Jumat, 05 April 2013

Re: [DIKBUD] Kurikulum 2013, Mengecewakan!

 

Informasi dari sebuah sumber, dapat diakses di Internet, departemen agamalah yang mendesak agar agama jadi 4 jam. Bisa dibayangkan berapa banyak lowongan kerja sebagai guru agama akan ditawarkan di seluruh Indonesia. Aneh. Mengapa kemendikbud bernafsu betul mengurus agama sampai masuk ke KI? Bukankan ada Depag? Bukankan ada keluarga? Agama bukan tugas sekolah. Akhlak mulia juga tugas masyarakat. Pelajaran agama tidak terbukti menghasilkan orang2 yang berakhlak. Contohnya: departemen agaman adalah departemen yang paling korup. Berapa lagi dana yang harus dikeluarkan depdikbud untuk urusan ini. Bukankah lebih baik jika digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan?

Aneh
HA



From: semino hadisaputra <semino2004@yahoo.com>
To: "DIKBUD@yahoogroups.com" <DIKBUD@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, 3 April 2013, 15:56
Subject: Re: [DIKBUD] Kurikulum 2013, Mengecewakan!



Saya juga heran melihat inkonsistensi Kemendibud. Waktu RSBI belum dibubarkan, Kemendikbud ngotot penggunaaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dengan alasan kompetensi berbahasa Inggris sangat penting untuk menyongsong globalisasi. Namun, aneh 4 jam pelajaran bahasa Inggris dalam seminggu malah dikurangi 2 jam. Jadi kengototannya berubah, dulu ngoto Inggris penting, sekarang ngotot pelajaran Agama penting. Posisi 4 jam Bahasa Inggris ditukar dengan posisi 2 jam Agama. Tukar porsi jam. Aneh.

Salam
Semino



From: Helena Agustien <hagustien@yahoo.com>
To: "DIKBUD@yahoogroups.com" <DIKBUD@yahoogroups.com>
Sent: Tuesday, April 2, 2013 2:09 PM
Subject: Re: [DIKBUD] Kurikulum 2013, Mengecewakan!

 
Setiap mata pelajaran memiliki kompetensi inti atau ultimate goal yang dirumuskan pada tataran filofis oleh para ahlinya. Paradigma ilmu apa pun bergeser sesuai dengan hasil perkembangan riset sehingga kompetensi inti juga bergeser sesuai dengan berkembangnya paradigma ilmu. Contohnya, dulu orang menganggap bahasa sebagai a set of rules, maka belajar bahasa adalah belajar rules dan penguasaan rules adalah ultimate goal-nya. Sekarang, bahasa dilihat sebagai discourse, maka ultimate goal pembelajarannya adalah discourse competence. Ini contoh di bidang bahasa. Dan kompetensi inti yg berbunyi "menghayati dan mengamalkan ajaran agama masing2" (di bhs. Inggris) tidak ditemukan dalam paradigma bahasa mana pun! Memaksakan KI yg seperti di Kur 2013 adalah pengingkaran terhadap teori kebahasaan manapun. It's a complete denial and an intellectual insult.

Selain itu, menghayati agama bukan kompetensi, itu adalah belief. It is NOT competence. Kalau ada orang yang manut atau menurut atau patuh untuk menganggapnya kompetensi... saya tidak faham motivasinya. Kamus mendefinisikan competence sebagai "the ability to do something well and effectively". Kata kuncinya adalah to DO something, bukan to BELIEVE in something. Untuk bisa believe, orang tidak perlu sekolah, dan ini bukan urusan depdikbud. Untuk membangun kompetensi (to do) diperlukan schooling - inilah tugas sekolah. Ingat bahwa waktu persekolahan terbatas, dana terbatas, guru terbatas, jadi tidak usah berpura-pura bahwa sekolah akan bisa melakukan semuanya. Apa pekerjaan depag?

Menurut saya, grand design-nya kacau... hanya memenuhi kehendak sekelompok orang yang mempunyai agenda-agenda yang bisa kita tebak. Jam bahasa Inggris di SMA tinggal 2 jam, sementara agama menjadi 4 jam. Kurang terbelakangkah kita? Cambodia berusaha mengejar ketertinggalannya dengan mengalokasikan waktu 16 jam per minggu. Kita justru memarginalisasi bhs. Inggris.  Pertanyaannya: DEMI SIAPA kurikulum ini? Sebuah grand design harus bermula dari pertanyaan DEMI SIAPA dan kur ini bukan demi meningkatkan kompetensi anak bangsa.

Helena



From: Asf Suarman <suarmana71@yahoo.com>
To: "DIKBUD@yahoogroups.com" <DIKBUD@yahoogroups.com>
Sent: Monday, 1 April 2013, 7:54
Subject: Re: [DIKBUD] Kurikulum 2013, Mengecewakan!



Saya pikir pendapat anda ada benarnya tapi mestinya kita lihat grand design secara keseluruhan. Grand design-nya belum tersosialisasikan dengan sempurna. Kompetensi inti bersyukur adalah salah satu dari KI. Ini sangat diperlukan bagi setiap insan indonesia. Masih banyak KI yang lain dengan KD yang sesuai. Menurut saya, lebih baik kita tunggu penjelasan lebih jelas dari ahlinya kemudian kita evaluasi bersama agar lebih bermakna. Maaf dan salam berprestasi.


From: Satria Dharma <satriadharma2002@yahoo.com>
To: Dikbud Milis <dikbud@yahoogroups.com>
Sent: Monday, March 25, 2013 8:01 PM
Subject: [DIKBUD] Kurikulum 2013, Mengecewakan!

Kurikulum 2013, Mengecewakan!
Oleh: Bude Binda | 25 March 2013 | 15:13 WIB

Oleh Bude Binda

Hari Senin minggu lalu, saya mengikuti pertemuan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia dengan dua agenda, sosialisasi Kurikulum 2013 dan pergantian pengurus MGMP. Acara molor dari mestinya pukul 08.00 seperti yang tertera di undangan baru dimulai pukul 09.30. Seremoni dulu dengan ada pembukaan, pidato, laporan. Barulah acara utamanya selama 1 jam Sosialisasi Kurikulum 2013.

Tentu saja yang dijelaskan kurikulum bahasa Indonesia untuk SMP. Jika kurikulum 2006 atau KTSP ada istilah Kompentensi Dasar dan Standar Kompetensi maka sekarang KD diubah menjadi KI atau Kompetensi Inti. SK masih sama istilahnya, hanya sekilas diperlihatkan ada 4 KI, dan lucunya (menurut saya) semua bunyinya awalnya : Bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena Bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan, Bersyukur kepada Tuhan YME karena bahasa Indonesia ・ Keempatnya didahului bersyukur kepada Tuhan YME.

Menurut pendapat saya sih, aneh, lucu, dan maksa banget (istilah remaja sekarang), masa untuk belajar bahasa Indonesia kompentensinya rasa syukur? Bukankah itu lebih tepat untuk kompetensi Pendidikan Agama?

Sekilas diperlihatkan Standar Kompetensi, ada kata-kata siswa jujur dalam mengemukakan pendapat. Jujur? Bagaimana kita tahu pendapat yang jujur dan tidak jujur? Dalam belajar bahasa bukankah lebih penting bagaimana siswa dapat menyampaikan pendapat dengan santun, tepat, dan mudah dipahami. Belajar kompetensi kejujuran lebih tepat di pelajaran Pancasila.

Terus terang saya kecewa walau belum tahu seluruh kurikulum 2013 SMP khususnya pelajaran Bahasa Indonesia. Kurilulum yang nota bene disusun para ahli kok seperti itu? Saya tahu pendidikan karakter sedang digiatkan tapi kalau memaksakan dengan memasukkan kompentensi bersyukur, jujur dalam pelajaran berbahasa bagi saya menjadi tidak tepat.

Mestinya seperti kurikulum yang sekarang masih berlaku kompetensi menitikberatkan kemampuan berbahasa dan dalam prosesnya seperti saat diskusi berarti mendidik kerja sama. Pendidikan karakter dimasukkan secara halus dalam PBM namun mengena, bukan menjadi tujuan utama mengabaikan kemampuan berbahasa.

Sungguh bagi saya kurikulum 2013 lucu, aneh, dan memaksakan diri. Belajar bahasa kok kompetensi intinya bersyukur? Anda sepakat dengan saya? Salam.

Bude Binda

Banjarnegara, Senin 25 Maret 2013


Salam
Satria Dharma
http://satriadharma.com/

------------------------------------

Sekolah Bahasa Jepang Pandan College 021-2727-2511Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/DIKBUD/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/DIKBUD/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    DIKBUD-digest@yahoogroups.com
    DIKBUD-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    DIKBUD-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/













__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (7)
Recent Activity:
Sekolah Bahasa Jepang Pandan College 021-2727-2511
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar